Kamis, 22 Desember 2011

Akademi Angkatan Darat

Pada tanggal 31 Oktober 1945 didirikan Militaire Academie (MA) di Kota Yogyakarta atas perintah Kepala Staf Umum Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Letjen TNI Urip Sumohardjo. Setelah meluluskan dua angkatan pada tahun 1950, Militaire Academie Yogyakarta ditutup sementara karena alasan teknis. Taruna angkatan ketiganya menyelesaikan pendidikan di Koninklijke Militaire Academie (KMA) di Breda, Belanda. Saat itu pula didirikan Sekolah Perwira Darurat di Berastagi dan Prapat (Sumatera Utara), Bukittinggi (Sumatera Barat), Palembang (Sumatera Selatan), Tangerang (Jawa Barat), Salatiga (Jawa Tengah), serta Malang dan Mojoagung (Jawa Timur), guna memenuhi kebutuhan TNI pada waktu itu.
Tanggal 1 Januari 1951 didirikan Sekolah Perwira Genie Angkatan Darat (SPGi-AD) di Bandung yang kemudian menjadi Akademi Genie Angkatan Darat pada 26 Januari 1956. Lembaga pendidikan prajurit ini menjadi Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) pada 23 September 1956. Tanggal 13 Januari 1951 didirikan Pusat Pendidikan Perwira Angkatan Darat (P3AD) di Bandung.
Pada tanggal 11 November 1957 diresmikan Akademi Militer Nasional (AMN) di Magelang (Jawa Tengah), yang merupakan kelanjutan dari Akademi Militer Yogyakarta. Taruna yang masuk tahun 1957 dinyatakan sebagai taruna Akademi Militer angkatan ke-4. Kota Magelang dipilih sebagai lokasi AMN karena merupakan kota perjuangan dengan iklim baik, dan letaknya strategis dan dekat dengan Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta, yang bisa mengisi kekurangan tenaga dosen non-militer.
Pada tahun 1961, AMN Magelang diintegrasikan dengan Atekad Bandung dengan nama Akademi Militer yang berkedudukan di Magelang. Tahun 1965, AMN diintegrasikan dengan AAL, AAU, Akademi Angkatan Kepolisian dengan nama AKABRI (Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia). Dengan integrasi tersebut, pembinaan dan pengelolaan keempat AKABRI bagian dilaksanakan oleh Komando Jenderal AKABRI.
Tahun 1967, AKABRI di Magelang diresmikan menjadi AKABRI Udarat, yang meliputi dua Akabri di bawah satu pimpinan yakni Akabri Bagian Umum dan Akabri Bagian Darat. Akabri Bagian Umum mendidik taruna AKABRI bagian di tingkat I selama 1 tahun, sedang AKABRI Bagian Darat mendidik taruna AKABRI Bagian Darat mulai tingkat II sampai IV.
Tahun 1979, Akabri Udarat berubah menjadi Akabri Bagian Darat dan mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pendidikan taruna AKABRI bagian darat selama 4 tahun. Selain itu juga menyelenggarakan pendidikan dasar keprajuritan Chandradimuka selama 17 minggu untuk Capratar AKABRI bagian Darat, Laut, Udara dan Kepolisian.
Pada tanggal 14 Juni 1984, sesuai dengan keputusan Panglima ABRI waktu itu, dalam rangka reorganisasi di lingkungan ABRI, maka pembinaan dan pengelolaan AKABRI Bagian Darat diserahkan kembali kepada Kepala Staf TNI AD, dan namanya berubah menjadi Akmil (Akademi Militer).
Setelah bergulirnya reformasi 1998, maka sesuai keputusan pimpinan ABRI yang memutuskan mulai 1 April 1999 adanya pemisahan POLRI dari ABRI dan ABRI menjadi TNI, maka nama AKABRI diubah menjadi AKADEMI TNI dimana Akademi Militer merupakan salah satu bagiannya.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes